(Lagi) Lagi Donat dan Donat Kentang


Kue berbentuk cincin ini dulunya memiliki bentuk lonjong dan dipilin dengan tujuan membuatnya matang merata dan berputar sendiri ketika digoreng. Kue donat ini sudah ada sebelum abad ke-19 dan menjadi makanan favorit imigran Amrik sebelum kemudian hadir di berbagai negara dengan bentuk cincin.


Dikisahkan dalam buku "Anak Tani" yang merupakan spin off dari rangkaian buku "Little House on The Prairie", donat sering dihidangkan oleh Ibu Almanzo. Ia bersungut-sungut ketika kemudian muncul tren donat bentuk baru, donat bentuk cincin. Kata ibunda Almanzo hal itu bakal merepotkannya karena ia harus membalik adonan tersebut agar matangnya merata.

Ya, donat memiliki perkembangan menarik dan dinamis. Dari donat bentuk pilin menjadi donat model cincin bulat, kotak, hingga bundar. Entah apa lagi nanti model donat.

Bahannya pun mengalami perubahan. Jika dulu donat menggunakan terigu, kemudian muncul donat dengan tambahan tepung beras. Kemudian muncul donat dengan tambahan kentang sehingga disebut donat kentang. Lalu ada juga donat madu menggunakan bahan pemanis berupa madu.

Donat kentang ini memiliki tesktur empuk dan aroma yang khas. Ia cocok dipadupadankan dengan gula bubuk, misis cokelat dan taburan keju. Tapi ia kurang cocok dengan abon pedas kalau menurutku.

Selusin donat kentang di sebuah toko donat bernama "Donut" di kawasan Sumur Batu dijual dengan harga Rp 50 ribu. Rasanya yang keju lumayan, hanya yang abon pedas kurang cocok dengan seleraku. 

Komentar

Postingan Populer