Jumat, 19 April 2019

Jajan Durian di Bontang


Kalimantan sebenarnya kaya akan durian lokal. Durian lokal yang paling populer adalah lai yang berwarna kuning jingga memikat  Ada juga yang bernama kerantungan yang kulit luarberwarna hijau. Sayang lagi nggak musim sehingga akhirnya kami hanya menemukan durian montong.



Aku dulu doyan durian hingga suatu ketika merasa eneg. Tapi kadang-kadang aku juga mengonsumsinya dalam bentuk es krim atau ketan durian meski tak begitu mencanduinya.

Kalimantan surganya durian lokal. Ada yang namanya lai dan kerantungan. Lai ini mirip sekali dengan durian tapi baunya tak menyengat. Warnanya cantik yaitu dagingnya berwarna jingga. Tapi teksturnya agak keras. Waktu itu aku melihatnya di sebuah pasar tapi sedang tak musim.



Durian lokal lainnya bernama kerantungan. Bagian luarnya berwarna hijau cerah. Bagian dalam buahnya berwarna kuning krem. Rasanya manis dan harum.

Ada lagi jenis durian lokal lainnya seperti durio, lahung, marawin, dan sebagainya. Sayang sedang tak musim. Akhirnya kami hanya jajan durian pinggir jalan Bontang yang ternyata menjual durian montong. Harganya berkisar Rp 50 ribuan perbuahnya. Isinya banyak dan dagingnya tebal. Pulen dan manis.

Durian monthong dikenal berasal dari Thailand, tapi sebenarnya banyak pihak menyebutkan benihnya dari pulau Jawa. Ia hanya dikembangkan di negeri Siam dan kemudian dipopulerkan sehingga seolah-olah berasal dari negeri Gajah Putih tersebut.

Tahun lalu Universitas Brawijaya mencoba mengembangkan durian yang persilangan dari durian montong dan lai. Ia disebut durian Bontang. Wah seperti apa ya rasanya?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar