Jumat, 07 Juli 2017

Kuliner Ekstrim Menyantap Belalang


Di beberapa kisah disebutkan ketika jaman peperangan atau ketika panen tak berhasil maka manusia mencari apa saja yang bisa dimakan. Salah satunya adalah belalalang. Hewan serangga ini digoreng ada juga yang ditusuk lalu dibakar. Makanan ini kaya protein dan bisa menjadi sumber energi. Nah, di Wonogiri, belalang sudah jamak dijadikan salah satu jenis lauk pauk. Berani nyoba?

Kakak waktu bekerja di perkebunan Wonogiri pernah bercerita jika ia sudah mencobai belalang alias walang. Kriuk-kriuk gurih. Ujarnya. Biasanya saling menunggu panen, maka anak-anak dan kaum dewasa berburu belalang.

Waktu bang Rahab mudik ke kampung halamannya di Wonogiri, aku pun tertarik ketika ia memajang aneka walang. Makanan ini sudah dikemas rapi dan memiliki berbagai varian, ada yang original ada pula yang pedas manis. Wah jadi tertantang nih. Maka saya pun nitip.

Paket walang pun tiba Kamis malam. Suami menakut-nakuti. Hiiiii lihat bentuknya kayak kecoa lho. Nggak takut?!

Aku menyimak wadah tersebut dengan seksama. Busyet bentuknya masih bentuk serangga utuh gitu ya. Hihihi jadi geli hiii. Kenapa tudak dikuliti dulu ya, atau memang harus dimasak dengan kulitnya agar tidak hancur?

Hari pertama walang itu menginap. Nyaliku belum hadir, mungkin gara-gara Upik asyik ledekin dan nakuti.

Memangnya takut?
Oke aku sudah siap. Aku buka wadahnya, jepret-jepret. Lantas membayangkan yang di hadapanku adalah udang goreng hehehe.

Ya, makanan itu masuk ke mulutku. Hap. Langsung kukunyah. Di tangan satunya aku sudah siap air putih jika sekiranya tidak cocok dengan makanan tersebut.

Kukunyah cepat tapi kemudian perlahan-lahan untuk menyimak rasanya. Eh renyah, kriuk-kriuk dan gurih. Seperti makan udang beserta kulitnya yang digoreng terlalu kering. Ada rasa gurih dan pedas.

Akhirnya aku melahap tiga ekor belalang. Hore aku lolos ujian salah satu kuliner ekstrim.

Mau bersantap walang? Coba deh rasakan sajian unik ini dari Wonogiri.


2 komentar:

  1. eh kalau dikulitin ntar sisa apanya? hahaaa abiss dong, gak ada yg dimakan :D

    perhatikan walang yg ekornya, bentuknya ga bercabang di ujung...itu lbh gurihhh loorr. Tapi kebanyakan ujungnya bercabang :D

    BalasHapus
  2. Oh ngunu. Hehehe bar ngerti. Iya ada yang agak juicy, ada yang kering.

    BalasHapus