Kamis, 01 September 2016

Pisang Goreng dkk Bisa Tampil Menawan


Ubi goreng dan pisang goreng merupakan kudapan yang beken hampir di seluruh pelosok nusantara, meskipun penyajiannya sedikit berbeda. Ada pisang epe, pisang roa, pisang goreng pasir dan sebagainya. Kue-kue ini sebenarnya bisa naik kelas asal disajikan dengan menawan.

Gorengan sudah menjadi makanan yang umum disantap masyarakat. Harganya murah dan mudah didapat. Namun sejak tren makanan sehat mewabah, kecenderungan mengkonsumsi makanan ini pun menurun. Alasannya gorengan yang dijual di pinggir jalan sering menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali dan gorengan kaya kolesterol. Namun bukannya makanan modern seperti donat juga digoreng? Apakah makanan modern seperti pizza atau martabak manis berbagai topping juga aman untuk kesehatan?

Saya rasa sih semua makanan jika diolah dengan tidak sepatutnya dan disantap dengan berlebihan memiliki risiko pada kesehatan. Kalau makanan seperti pisang digoreng dengan minyak yang bersih lalu ditiriskan serta disantap sewajarnya tentu risiko buruknya bagi kesehatan tubuh minim.

Oke saya cerita lagi tentang pisang goreng dan ubi goreng. Ada banyak orang Indonesia yang lama tinggal di luar negeri kangen dengan makanan ini. Begitu pula dengan para ekspatriat yang telah kembali ke negaranya adakalanya kangen dengan kue-kue tradisional ini.



Pisang goreng, ubi goreng dan nanas goreng serta gorengan lainnya seperti nangka, cempedak, dan tape goreng bisa disajikan menawan dengan ukuran  yang sedang lalu disajikan dengan taburan keju dan hiasan seperti stoberi dan kiwi. Sebaiknya bahannya juga matang sehingga ketika kue digigit terasa empuk dan manisnya pas. Kecuali untuk pisang roa yang biasanya pisangnya agak mengkal karena bakal dicocol dengan sambal roa yang pedas gurih.

Nanas goreng dibuat ala donat
Sudah waktunya kita bangga dengan makanan lokal dan percaya diri untuk menampilkannya di berbagai acara. Asal dikemas menarik dan rasanya nikmat maka setiap orang akan menyukainya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar