Senin, 20 Juni 2016

Cappucino dan Menunggu




Menunggu itu sesuatu membosankan
Apalagi di Jakarta ini sesuatu tak pasti
Sebuah janji bisa dibatalkan mendadak
Karena berbagai alasan seperti banjir


Seperti hari ini aku menunggumu
Dirimu berjanji mengabulkan mimpiku
Tapi sejauh ini engkau menghindariku
Dengan segala urusanmu

Apakah aku masih berhak menunggu
Dan apakah ia layak ditunggu?

Jakarta semakin mendung
Hari terasa kelabu
Kusentuh gelas cappuccinoku
Telah mendingin dan tak menarik seleraku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar