Sabtu, 18 Agustus 2018

Terkenang Mie Belitung dan Kopi Kong Djie Hanggar 21


Sudah kali kedua aku menuju Belitung. Hidangan yang kusantap pada saat kali pertama ke pulau ini dan yang kedua agak berbeda. Baik dari sisi tempatnya maupun cita rasanya. Kali ini tidak banyak jenis makanan asli Belitung yang kucicipi. Gangan malah terlewatkan.


Gangan adalah kisah perjumpaan pertama dengan Belitung. Ia semacam sup ikan atau juga bisa disebut ikan bumbu kuning. Rasanya gurih dan segar.

Gangan ini biasanya berbahan ikan tengiri atau daging sapi. Bumbunya adalah bawang putih, bawang merah, kunyit, lengkuas, cabai, dan nanas. Gangan ini paling mantap disantap siang hari.

Hidangan populer berikutnya adalah mie Belitung. Mie ini menggunakan mie kuning yang tebal dengan kuah dari udang. Isiannya ada mentimun, kentang, tauge dan tahu. Kuahnya dikentalkan dengan sedikit tepung sagu. Menurutku rasanya agak hambar dan perlu disantap dengan cabai biar rasanya lebih hidup.


Mie Atep ini di Hanggar 21 disajikan bersama minuman jeruk kunci yang asamnya mantap. Segar deh.

Oh ya Hanggar 21 ini bentuknya kafetaria, tak jauh dari bandara. Kafetaria yang buka sejak pukul 07.00 hingga pukup 23.00 ini memiliki bukaan sehingga hawa di sini terasa segar. Makanan yang ditawarkan juga ada pempek serta kopi khas Belitung yang cara menyajikannya dengan dimasak lalu disaring karena butirannya cukup besar.


Kopi Kong Djie ini dulu pernah kucicipi di tempatnya yang sederhana. Di Hanggar 21 ini kopinya juga enak dan serunya bisa melihat proses penyajiannya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar