Senin, 14 Agustus 2017

Kipo Jajanan Khas Kotagede


Kipo itu apa sih? Beberapa kali ke Yogyakarta tapi belum berhasil mencobai rasa jajanan bernama Kipo. Hal tersebut membuatku begitu penasaran. Alhasil ketika ada acara Kompasiana di Yogyakarta maka aku memesan ke kawanku yang sudah lebih dulu datang untuk membawakan Kipo. Ya, berhasil. Akhirnya aku berhasil mencicipi Kipo, yang ternyata agak mirip rasanya dengan kue Bugis atau kue Mendhut di Malang.


Masakan di nusantara itu sebagian di antaranya mirip-mirip di satu daerah. Bahannya serupa, penampilannya mirip, tapi seringkali namanya berbeda dan memiliki ciri khas tersendiri. Sebenarnya hal tersebut wajar karena lokasi yang berdekatan dan kebiasaan warga Indonesia yang gemar merantau ke berbagai daerah. Aktivitas bermigrasi itulah yang menyebabkan persebaran dan pertukaran kuliner.

Tentang kipo kue ini rupanya makanan khas Kotagede, yaitu sebuah kecamatan di Yogyakarta yang terkenal akan penghasil kerajinan perak. Kue ini selintas mirip dengan kue Bugis dan kue Mendhut karena bahannya yang sama yaitu tepung ketan. Isiannya juga sama yaitu enten-enten atau parutan kelapa muda yang dimasak dengan gula merah hingga mengental.

Namun, proses pemasakannya berbeda. Kue Bugis dimatangkan dengan cara dikukus. Ia bisa berbungkus daun pisang atau juga bisa berselubung plastik. Sedangkan Kipi ini diproses dengan cara dipanggang.

Setelah adonan tepung ketan dicampur santan serta pewarna dari daun pandan suji, maka diaduk hingga kalis dan bisa dipulung. Adonan kemudian digepengkan dan diisi oleh enten-enten. Selanjutnya kipo berukuran kecil-kecil itu ditutup dengan daun pisang lalu dipanggang. Bisa juga memanggangnya menggunakan wajan.


Kipo ini enak disantap pagi hari atau petang hari. Rasanya gurih dan manis. Ada sensasi kenyalnya dari bagian kulitnya. Karena dimatangkan dengan dipanggang maka ada aroma asapnya yang berbeda dengan kue Bugis yang dikukus.

Kata temanku sih murah, harganya berkisar Rp 2-3 ribuan untuk seporsinya. Ketika dibuka di dalam sebungkus daun pisang ada lima Kipo mungil-mungil. Sekali hap deh. Oh ya karena makanan ini tanpa pengawet maka harus segera disantap biar tidak basi.

Kipo si mungil legit yang enak disantap sore hari. 

2 komentar:

  1. Eeeh itu yg makan bareng aku bukan mb dew??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener...hahaha masih ingat juga:)
      panas-panasan makan kipo dan es dawet

      Hapus