Minggu, 23 Juli 2017

Oleh-oleh Vietnam Bukan Hanya Kopi, Ada Macadamia


Kopi Vietnam salah satu jenis kopi yang populer. Sebenarnya kopinya sih biasa saja, yang bikin unik adalah penyajiannya, dimana susu kental manis menetes secara perlahan-lahan. Biasanya selain membeli kopinya, wisatawan juga membeli peralatan untuk menyiapkan kopi ala Vietnam. Kalau saya sendiri dulu kenal kopi Nescafe dengan bungkus hijau yang agak pahit di sini. Entah kenapa saya merasa cocok, sehingga ketika pasangan mendapat tugas ke Vietnam, saya memintanya membawakan kopi jenis ini. Eh dia juga membelikan aneka kudapan produk Ho Chi Minh selain kopi. Apa saja itu?

Selain kopi merk populer ini, aku agak kapok mendapatkan oleh-oleh kopi Vietnam. Pasangan waktu kali pertama ke negara tersebut membelikan berbagai jenis kopi Vietnam yang rasanya astaga menurutku kurang enak. Ada yang pahit banget, ada pula yang rasanya seperti kopi dicampur santan. Kurang pas di lidah. Kalau kopi bungkus hijau merk populer ini rasanya pahit, tapi masih ada sentuhan susunya. Rasanya ‘strong, bikin mata kontan terbuka. Sebenarnya sih bisa didapat di supermarket Indonesia dengan varian 'strong'. Selain kopi merk ini, pasangan juga membelikan kopi bubuk “highland coffee’, tapi saya belum mencobanya.


Pasangan juga membawakan teh lotus. Teh ini terbuat dari tanaman lotus. Rasanya unik, ala teh herbal gitu deh. Tapi yang bawa malah nggak suka, katanya tidak rasa teh pada umumnya hahaha.

Ia juga membawakan kudapan berupa permen cokelat, macadamia, dan jajan seperti marning alias jagung goreng. Di antara kudapan ini yang unik dan bikin kami berdua tertawa geli adalah macadamia. Pasalnya kami berdua salah sangka, kami mengiranya itu permen cokelat dengan isian kacang macadamia alias chesnut, ternyata macadamia dengan kulitnya yang super keras. Hampir saja saya menggigitnya hihihi. Lantas kami berdua kebingungan, bagaimana membukanya? Cangkangnya keras, susah dibuka dan digigit.


 Pasangan kemudian mencari palu. Susah payah dipukul dan harus berhati-hati karena takut terkena jari-jemari. Akhirnya kacang itu bisa dibuka dengan kondisi remuk.

Saya sendiri kemudian merasa penasaran. Masa sih harus dibuka dengan palu. Maka aku pun membaca baik-baik petunjuk dalam kemasannya. Hahaaha ternyata ada alat pembukanya, seperti kaitan segitiga. Pasangan membuka dan klop, cangkang kacang terbuka dengan mudah. Walah gitu lho caranya.





Kacang macadamia ini enak, mirip kacang almond hanya bentuknya gendut membulat. Renyah dan gurih. Sayangnya makanan ini lumayan juga, sebungkusnya USD8, yakni 250 gram. Wah bisa dapat cokelat isi almond banyak nih. Dulu di Mustafa dengan sekitar Rp 100ribu bisa dapat sekilo cokelat almond.

Seperti lazimnya oleh-oleh mainstream, pasangan pun membawakan magnet kulkas dengan gambar sawah dan perempuan bercaping khas Vietnam. Saya dulu juga masih menyimpan kartu pos dan cermin kecil waktu kunjungan kali pertama ke negara kaya taman tersebut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar