Selasa, 20 September 2016

Ngomongin Pindang





Hai Kawan-kawan yang suka makan-makan, kali ini saya ingin mengulas tentang pindang. Eh ini bukan ikan pindang alias ikan cue ya hahaha, melainkan masakan pindang yakni masakan berkuah khas daerah Sumatera, khususnya Palembang.

 Waktu itu saya kenal kali pertama masakan pindang malah waktu mendapat tugas ke Pangkal Pinang. Di sanalah saya mengenal beragam masakan berkuah asam pedas itu yang memiliki beragam isian. Yang paling beken adalah pindang patin, lalu ada pindang ayam dan juga ada pindang tulang. Waktu itu sih saya memilih pindang tulang yang rupanya adalah pindang berisi daging sapi. Rasanya enak, benar-benar hangat di tenggorokan dan tidak bikin eneg karena ada rasa asamnya yang segar dan pedasnya yang membuat nafsu makan bertambah. Kalau dipikir-pikir rasanya mirip garang asem. Oh ya Babel dulu termasuk Sumatera Selatan, jadinya tak heran jika ada unsur masakan yang mirip.

Selanjutnya saya lebih mengenal pindang di Palembang. Wah selain pempek,lenggang, pindang juga tak kalah beken. Saya pun ditraktir makan pindang oleh kawan. Kali ini saya juga menyobai menyantap pindang patin. Ternyata enak, segar, asam pedasnya itu pas dan ikannya juga memberikan sentuhan rasa gurih. Daging ikannya lembut dan berlemak.

Ketika mendapat undangan ke Lampung, lagi-lagi saya santap pindang. Dengan senang hati sih karena saya juga menyukai masakan ini. Ada pindang simba, seperti patin tapi ikannya lebih besar. Kalau saya sih karena lagi batuk maka memilih pindang tulang. Perlu yang kaya gizi hihihi.

Oh ya pindang itu makanan berkuah yang memiliki bumbu seperti serai, cabe, bawang putih dan bawang merah, lengkuas, jahe, daun salam, gula merah, kemangi,nserta tentunya tambahan rasa masam dari asam jawa. Sebenarnya tak perlu-perlu datang ke Sumatera Selatan, Kalian bisa membuatnya di rumah. Tapi merasakan masakan dari kampung halamannya memang memberikan pengalaman tersendiri dan umumnya jauh lebih sedap. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar