Kamis, 08 September 2016

Dari Tauto Hingga Nasi Jinggo


Menyantap Tauto merupakan pengalaman yang berkesan. Rasanya unik, perpaduan antara soto dan tauco. Ada rasa gurih, asin, sedikit asam dan aroma khas tauco. Masakan dari Pekalongan ini bisa disantap kapan saja karena berkuah hangat dan cukup mengenyangkan.

Tauto bisa dibilang masakan peranakan dan hasil akulturasi kultur masyarakat Jawa dan kaum Tionghoa. Oleh karena Pekalongan merupakan daerah pesisir maka banyak warga Tiongkok pada jaman dulu yang menetap di sini pasca berdagang. Mereka memberikan pengaruh pada masakan berupa tauco dan makanan berkuah di mangkok yang kecil. Tauto sendiri seperti daerah Kudus, menggunakan bahan daging dan jerohan kerbau, bukan sapi.

Menyiapkan Tauto asal Pekalongan

Nah di even member gathering yang diadakan Kompas, undangan memang bisa icip-icip beragam kuliner nusantara. Dari Jawa bisa icip-icip Tauto, nasi cumi hitam yang lezat, manisan carica yang rasanya mirip manisan pepaya dimana merupakan khas Dieng, dan juga bakso bakar khas Malang. Untuk Sumatera diwakili dengan rujak kuah pindang yang segar. Di dalamnya ada buah nenas, bengkuang, dan pepaya mengkal dengan kuah manis, asam, gurih, dan pedas.

Manisan Carica Asal Dieng

Sedangkan dari Sulawesi Selatan ada iga bakar ala Makassar yang juga disebut tata ribs. Masakan ini dulu sering dibeli kakak dan mengenyangkan. Bumbunya unik, tidak seperti iga bakar pada umumnya. Sebagai penyegar adalah es pallu butung yang nikmat. Es pallu butung mirip dengan es pisang ijo dengan adanya pisang dan adonan tepung beras. Tapi di es pallu butung pisangnya dipotong dan adonan bubur dibuat semacam bubur sumsum atau vla. Lalu ditambahkan sirup dan susu kental manis.

Tipat Blayag Khas Bali Utara

Untuk Bali, ada wakil berupa tipat blayag dan nasi jinggo. Tipat blayag merupakan hidangan berupa ketupat yang bisa disajikan basah dengan kuah santan atau kering dengan urap-urap. Masakan asal Buleleng ini mengenyangkan dan biasa disajikan dengan urap dan kedelai goreng juga lauk seperti sate lilit, kerupuk kulit dan ceker ayam goreng.

Nasi Jinggo

Sedangkan nasi jinggo agak mirip dengan sego kucing karena porsinya mini. Nasi yang dibungkus dengan daun pisang ini memiliki isian lauk mungil, mie, sambal, kering tempe dan serundeng. Rasanya enak tak begitu berbeda dengan sego kucing cuma bentuk kemasan daun pisangnya dipincuk dua dan ukurannya sedikit lebih besar.

Nasi Jinggo Di dalamnya terdapat mie, serundeng dll


Tidak ada komentar:

Posting Komentar