Senin, 12 September 2016

Eat and Eat Bassura Pujasera yang Dikemas 'Mahal'



Di mal dan pusat perbelanjaan umumnya terdapat pujasera atau pusat jajanan serba ada. Pujasera banyak disuka oleh mereka yang datang beramai-ramai dan memiliki beragam selera. Beberapa pujasera dikemas menawan hingga terkesan 'mahal', salah satunya adalah Eat and Eat.

Sudah kali kedua saya berkunjung ke Eat and Eat. Kunjungan pertama ke Eat and Eat di Gandaria yang tidak terlalu ramai saat itu dan memiliki beragam pilihan makanan yang menggoda selera. Sebelum berkeliling memesan makanan, kami pun mendapat kartu yang berisi nilai tertentu. Kartu elektronik tersebut yang berfungsi sebagai alat tukar.

Nah, kali kedua saya berkunjung ke Bassura City.  Di sini juga terdapat Eat and Eat. Mumpung masih ada saldo Rp 96,5 ribu dalam kartu maka kami berdua pun memilih bersantap di sini.

Aneka Soto dan Sate Sapi
Tempat penjual aneka minuman

Di sini jenis makanannya juga beragam, ada bebek rempah madura, ada aneka soto seperti soto madura, soto kudus dan soto tangkar, ada masakan Aceh, penyetan, sate kambing, aneka kwetiau juga jejamuan dan aneka minuman juga jus.

Setelah berkeliling Ovi memilih soto tangkar dan nasi dimana totalnya Rp 45 ribu. Sementara saya mencoba empal penyet plus nasi dengan Rp 38 ribu. Sisanya hanya dapat digunakan untuk membeli minuman kemasan seharga Rp 8.500,-. Ludes deh karena saldo minimal Rp 5 ribu.

Soto Tangkar

Semakin malam tempat makan ini semakin penuh. Mal memang menjadi salah satu tempat tujuan orang Jakarta berakhir pekan.

Setelah tujuh menit kami pun mengambil pesanan kami. Masing-masing dari kami agak kecewa melihat sajian yang kami pesan. Soto tangkar seharga Rp 39 ribu itu encer dan pelit isian. Isiannya tidak begitu banyak, lebih banyak irisan tomat dan kentangnya. Pasangan agak kecewa. Dari segi rasa sih lumayan, tapi untuk harga Rp 39 ribu rasanya kurang memuaskan.

Saya awalnya senang dengan sambal dalam penyetan yang enak dan pedasnya pas. Di dalam sajian ada tempe tahu dan empal juga lalapan berupa mentimun. Waduh empalnya alot banget. Liat sekali susah sekali dipotong. Saya memotongnya dengan susah payah dan separuhnya tidak bisa dimakan karena begitu liat. Saya yakin digigit dengan gigipun bakal tidak bisa dikunyah karena begitu liatnya. Astaga kok begitu ya cara mereka menjual makanan.



Kami memesan di soto & sate sapi dan d'Penyetz untuk masing-masing pesanan kami. Ya mungkin kami sial mendapatkan makanan seperti itu. Tapi santap malam pekan ini di Bassura benar-benar mengecewakan karena isian yang pelit dan empal yang sangat sangat liat. Semoga ke depan Eat and Eat tidak hanya terkesan 'mahal' tapi juga tetap menomorsatukan kualitas masakannya.


2 komentar:

  1. Kayaknya enak dah tu mba. Lebih enak dari ayam bakar taliwang kali ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe enak kalau bisa dimakan sih. Itu empalnya sangat susah dimakan, sangat alot:(
      Kalau ayam taliwang memang enak, pedasnya dan bumbunya itu nikmat.

      Hapus