Rabu, 15 Juni 2016

Kue Rangi yang Legit dan Es Selendang Mayang yang Sedap





Kue rangi, kue khas milik warga Betawi, ini semakin sulit ditemui. Bentuknya mirip kue serabi jaman dulu dengan adonan sederhana serta siraman gula merah cair. Hemmm.. enak sekali jika disantap saat masih hangat dengan rasa gurih dan manis yang kuat. Es Selendang Mayang juga tak kalah menggoda, dengan sajiannya yang cantik dan rasanya yang segar.


Saya kenal kali pertama kue ini berkat rekan kantor yang suka membawakan jajan tradisional khas Betawi. Ia pernah membawakan kue Dading, Comro, Rangi, dan Selendang Mayang. Kue-kue ini meski jadul rasanya enak dan tidak kalah dengan kue –kue modern.

Saat pindah kerja dan rumah ke Jakarta Timur saya sudah tidak pernah lagi bertemu dengan rekan kerja saya tersebut. Beruntung di tempat saya tinggal, masih ada penjual kue Rangi keliling. Mereka menawarkan dagangannya dengan sepeda. Sasaran utamanya adalah anak-anak dan mereka yang menyukai dan ingin bernostalgia bersama kue-kue tradisional.

Jangan bandingkan kue ini dengan kue-kue modern. Yang pasti Anda akan mendapatkan kue ini hangat, atau bisa jadi dibuat pada saat itu juga. Harganya juga sangat terjangkau. Dengan 2000 perak, kue rangi pun siap dinikmati.  
 

Kue Rangi Asli Betawi (sumber:di sini)
 Abang penjual memasak kue Rangi dengan peralatan sederhana, dengan arang dan cetakan seperti kue serabi namun dengan ketebalan yang lebih tipis. Sembari menunggu loyang cukup panas, ia mengaduk santan dengan tepung beras serta garam, namun dengan jumlah tepung yang lebih banyak sehingga menghasilkan tekstur yang kasar. Setelah adonan tercampur rata baru dituangkan ke cetakan.

Saat adonan setengah matang baru adonan gula merah cair yang dicampur dengan tepung tapioka dituangkan di atasnya secara merata. Kemudian loyang ditutup sejenak hingga terbit aroma yang menggoda. Tutup dibuka, uap yang harum pun semakin menguar. Jadilah kue rangi yang gurih dan legit.  Kue Rangi ini cocoknya dimakan seraya menyesap kopi pahit sore hari. Hemmm... rasanya nikmat.

Perjumpaan dengan Selendang Mayang terjadi tak sengaja. Saya dan suami berkendara  siang hari dan merasa kepanasan. Ketika mencari-cari warung es, pandangan saya tertumbuk ke gerobak sepeda bertuliskan Selendang Mayang. Ada banyak orang yang berkerumun, pertanda jajanan ini banyak disukai.

Saya pun ikut mengantri. Satu orang bisa memesan 3-5 bungkus. Wah diam-diam saya cemas takut tidak kebagian. Dan saat giliran saya tiba, hanya tersisa porsi satu bungkus. Okelah, tidak apa-apa. Satu porsi juga ternyata cukup untuk dinikmati berdua.

Selendang Mayang ini indah dengan paduan warna yang mencolok tetapi elegan. Ada warna merah, hijau pandan, dan juga putih dari selendang mayang yang berbentuk kotak-kotak, berpadu dengan kuah santan berwarna putih.
Selendang Mayang (sumber: di sini)

Rasa Selendang Mayang ini gurih dengan manis yang nyaman di lidah. Kotak berwarna-warni tersebut terbuat dari tepung beras yang dipadukan dengan hunkwe dengan rasa yang hambar dan tekstur yang agak keras dan sedikit kenyal. Untuk menemani siang yang panas, Selendang Mayang ini sangatlah pas. Harganya juga murah, seporsinya hanya Rp 3 ribu. Sayangnya kuliner ini semakin langka dan jarang penjajajanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar