Senin, 20 Juni 2016

Cappucino dan Menunggu




Menunggu itu sesuatu membosankan
Apalagi di Jakarta ini sesuatu tak pasti
Sebuah janji bisa dibatalkan mendadak
Karena berbagai alasan seperti banjir

Sabtu, 18 Juni 2016

Gado-Gado Sajian Salad Nusantara


Hayooo siapa yang tak kenal salad satu ini yang disebut gado-gado? Gado-gado termasuk jenis salad khas masyarakat Indonesia. Masakan ini bukan hanya populer terutama di daratan Jawa, tapi juga dikenal mancanegara. Rasanya segar dan tentunya sehat.

Jumat, 17 Juni 2016

Koci, Kue Tradisional Indramayu yang Legit





Kue Koci, kue ini selalu menjadi buah tangan ketika saudara dari Heurgeulis, Indramayu berkunjung ke rumah. Kue ini sekilas mirip kue Bugis atau Mendut, menggunakan pembungkus daun pisang dan memiliki isian di dalamnya. Rasanya sama-sama manis dan enak. Tapi kedua jenis kue ini berbeda dari segi cita rasa.

Kamis, 16 Juni 2016

Mie Ayam ataukah Pangsit Pilihanmu?


Saat menimba ilmu di Surabaya saya terkejut ketika menyantap mie ayam. Awalnya saya mengira mie ayam itu sama saja dengan pangsit di kota Malang, ternyata berbeda.

Rabu, 15 Juni 2016

Kue Rangi yang Legit dan Es Selendang Mayang yang Sedap





Kue rangi, kue khas milik warga Betawi, ini semakin sulit ditemui. Bentuknya mirip kue serabi jaman dulu dengan adonan sederhana serta siraman gula merah cair. Hemmm.. enak sekali jika disantap saat masih hangat dengan rasa gurih dan manis yang kuat. Es Selendang Mayang juga tak kalah menggoda, dengan sajiannya yang cantik dan rasanya yang segar.

Selasa, 14 Juni 2016

Es Blewah Menu Takjil Sederhana nan Segar


Saat bulan puasa, orang-orang umumnya menginginkan sesuatu yang menyegarkan. Sehingga tak heran jika menu takjil yang segar-segar, seperti es buah, es kelapa muda menjadi pilihan banyak orang. Tak terkecuali es blewah. Buah yang murah ini menjadi minuman yang segar nan nikmat ketika disajikan bersama sirup gula dan es batu.

Rabu, 08 Juni 2016

Cirebon Kota untuk Berwisata Kuliner




Lauk Teman Sego Jamblang
Saya termasuk cukup sering melewati kota Cirebon saat perjalanan pulang kampung ke Malang baik menggunakan kendaraan pribadi maupun kereta api. Dari perjalanan tersebut, baru kedua kalinya saya benar-benar singgah di kota Cirebon untuk menikmati keragaman kulinernya dari sego jamblang, empal gentong, hingga aneka rengginangnya yang gurih dan sedap.

Dulu perjalanan ke Cirebon cukup memakan waktu. Sebelum ada tol Cikopo-Palimanan maka perjalanan dari Jakarta menuju Cirebon berkisar enam jam. Akan tetapi kini setelah ada tol yang baru diresmikan tahun lalu tersebut, maka perjalanan bisa dipangkas hingga dua jam. Lumayan bukan?! Alhasil peluang Cirebon untuk meningkatkan perekonomian kotanya seperti dari sektor wisata maupun memperkenalkan keragaman budaya termasuk keragaman kuliner tradisionalnya akan semakin besar.

Oleh karena keluarga banyak tinggal di Indramayu maka saya tak asing dengan oleh-oleh panganan ringan berupa rengginang. Rengginang ini banyak di Indramayu dan semakin beragam jika berkunjung ke Cirebon. Banyak toko oleh-oleh dan makanan ringan yang menawarkan beragam rengginang, baik yang manis maupun yang asin, dari yang berbentuk bola-bola kecil hingga berukuran rata-rata, dengan diameter sekitar 6-10 cm.  

Waktu terakhir kali ke Cirebon saya sampai bingung memilih oleh-oleh berupa rengginang. Pasalnya variannya begitu banyak dan sedap. Akhirnya saya memutuskan membeli rengginang keju dan terasi yang gurih dan harum. Rengginang ini enak banget buat camilan atau sebagai teman nasi. Eh ternyata teman-teman kantor juga suka sehingga waktu itu agak menyesal tidak membeli dalam jumlah besar.

Selain rengginang, oleh-oleh lainnya yang umum dibawa wisatawan berupa terasi, petis dan rebon. Ya, tidak heran sih karena Cirebon berada di pesisir sehingga hasil olahan lautnya cukup beragam. Terasi ini mantap untuk dibuat sambal dan campuran sayur asem. Petisnya tentu nikmat untuk cocolan tahu dan juga bahan membuat rujak petis. Sedangkan untuk rebon, bisa dibuat campuran sambal atau campuran sayur lodeh. Tentunya rasa masakan bakal lebih gurih dan nikmat dengan adanya rebon.

Selain hasil olahan laut, di Cirebon ini juga bisa berbelanja manisan. Manisan buahnya begitu lengkap, tinggal pilih ingin yang asam manis seperti kedongdong atau mangga, atau yang lebih manis seperti manisan pepaya dan manisan salak.

Waktu itu sebelum sibuk berbelanja oleh-oleh ini dan itu, kami bersantap siang dengan garang asem dan empal gentong. Dua menu ini belum pernah saya cicipi. Saya dan teman sengaja memesan makanan yang berbeda agar bisa saling tukar dan saling icip.

Garang Asem

Masakan pesanan saya datang lebih dulu, yakni garang asem. Penampilannya seperti sup dengan kaldu yang encer dengan potongan iga daging. Rasanya asam segar dan sedikit pedas. Cocok sebagai teman makan siang di tengah teriknya matahari Cirebon.

Nah empal gentong ini tidak sesuai bayangan saya dan teman-teman. Bayangan saya empal gentong itu daging goreng yang ditaruh dalam gentong mini. Eh ternyata sangat berlainan. Empal gentong bisa dibilang mirip gule. Kuahnya bersantan. Akan tetapi dari segi rasa lebih encer dibandingkan gule, sehingga tidak bikin eneg, melainkan gurih dan sedap. 

Empal Gentong (sumber: http://id.openrice.com)
Untuk menutup acara jalan-jalan ke kota Cirebon, malam harinya kami berburu sega jamblang. Sega jamblang itu rupanya nasi yang ditaruh dalam daun jati. Lauknya beragam, tinggal memilih ada ayam, aneka ikan, atau cumi-cumi hitam manis. Wah adanya alas makan daun jati ini membuat nasi terasa lebih harum dan bernuansa tradisional. Paling enak makannya dengan tangan dengan mencuci tangan terlebih dulu. Rasanya puas sehabis bersantap malam dengan sego jamblang. Harganya pun masih ramah di kantong.

Sego Jamblang Beralas Daun Jati
Sepertinya masih banyak kuliner tradisional Cirebon yang belum sempat saya coba. Lain waktu jika ke Cirebon lagi akan saya puaskan berwisata kuliner sembari menikmati keragaman warisan budaya seperti keraton dan cagar budaya lainnya.

Artikel ini ditulis dalam rangka mengikuti lomba blog bertemakan kota Cirebon. Even lomba blog ini disponsori oleh CSI, Smartfren, dan Hotel Aston Cirebon. Saya deskripsikan singkat para sponsor lomba yang boleh diikuti seluruh WNI di mana saja ini, CSI www.csicenter.co.id tempat investasi yang aman, prospektif, dan menguntungkan. Sedangkan Hotel Aston Cirebon yang beralamat di https://www.aston-international.com/ind/hoteldetail/84/aston-cirebon-hotel-convention-center hotel terbaik di Cirebon dan di Indonesia. Sementara Smartfren Hpnya Generasi 4G di Cirebon. Even lomba ini juga dalam rangka Milad 3 Komunitas Blogger Cirebon www.rebon.org dimana sedang ada event besar di Bulan Mei - Juni 2016.