Minggu, 03 April 2016

Mengapa Ke Yogya Bawa Oleh-oleh Bakpia Patuk?



Bakpia patuk merupakan oleh-oleh makanan Yogya yang paling terkenal. Rasanya kurang mantap jika tidak membawa oleh-oleh bakpia ini, apalagi saat ini modifikasinya begitu beragam terutama dari segi isian.


Bakpia patuk memang khas. Bakpia ini memiliki kulit yang tipis dan isinya begitu kaya dan padat.Di berbagai toko oleh-oleh biasanya kita menjumpai aneka angka di kemasan bakpia tersebut. Ada no 25, 75 dan sebagainya. Rupanya angka tersebut berkaitan dengan nomor rumah yang memproduksi kue oleh-oleh ini. Ya, bakpia patuk adalah industri rumahan dimana para pengusahanya masih berada di satu kampung, sehingga juga dikenal sebagai Kampung Patuk.

Kue ini sejatinya sudah ada sejak tahun 1948. Wah sudah tua kan usia bakpia ini?!

Meski sudah berusia lebih dari 60 tahun, kue ini masih eksis dan bertambah populer. Yang membedakan bakpia ini dengan bakpia dari kota lain adalah kulitnya yang tipis dan isiannya yang menonjol.

Kulit bakpia ini terbuat dari terigu dan minyak nabati. Sedangkan isiannya berupa kacang hijau, keju, cokelat, kumbu hitam, dan nanas. Saat ini juga mulai ada beragam inovasi seperti rasa melon.

Bakpia ini dipanggang. Untuk jenis basah hanya tahan sekitar tiga hari, sedangkan yang dipanggang cukup kering bisa tahan hingga seminggu.

Selain enak, kue ini memiliki sejarah panjang. Jadi itulah alasan Kalian yang baru kali pertama ke Yogya perlu membeli kue ini untuk disantap sendiri dan dibagikan.

Gambar kali pertama ditampilkan di id.openrice.com dengan akun @dewi_puspa00 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar