Selasa, 23 Februari 2016

Kue Keranjang dan Imlek


Kue keranjang umumnya hadir pada saat Imlek. Kue seperti jenang dan berbentuk bundar ini enak disantap biasa atau juga digoreng terlebih dahulu.

Kue keranjang menggunakan bahan baku berupa tepung ketan dan gula. Seperti proses pemasakan jenang dan dodol, maka adonan tersebut dimasak hingga mengental dan kemudian didinginkan dengan dicetak dalam sebuah keranjang yang telah dilapisi dulu dengan plastik atau daun.

Kue ini memiliki nama lain Nian Gao atau kue tahunan karena biasa dibuat setahun sekali meskipun saat ini juga bisa ditemui kapan saja. Ada juga yang menyebutnya kue dodol China karena biasa dimasak oleh warga Tionghoa. Nian Gao juga disebut Ti Kwe yang berarti kue manis.

Mengapa kue keranjang bundar? Nah ini juga saya baru tahu kalau bentuk bundar dalam kue keranjang bermakna keluarga yang merayakan imlek dapat terus rukun dan bersatu dalam menghadapi tahun berikutnya. Ada juga yang menaruh kue keranjang bertingkat dimana semakin tinggi maka semakin makmur.

Kue ini enak disantap dengan diiris-iris atau juga bisa digoreng terlebih dahulu dengan telur atau larutan terigu. Ayah saya biasanya suka digoreng dulu. Atau juga bjsa dikukus lalu dimakan dengan kelapa parut kukus.

Meski saya tidak merayakan imlek saya doyan makan kue keranjang. Dan tahun ini saya sengaja beli untuk disantap sendiri.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar